Pelatihan Pembuatan Suplemen Bahan Ajar Berbasis Riset oleh Prodi PGMI

Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) mengadakan kegiatan pembuatan suplemen bahan ajar di ruang dosen Institut Agama Islam Tribakti Kediri. Acara dihadiri oleh wakil rektor I bidang akademik, Lembaga Penjamin Mutu, Dekan Fakultas Tarbiyah,  Para Kaprodi di Fakultas Tarbiyah dan Dosen tetap Fakultas Tarbiyah. Senin (19/09/2022)

Kegiatan ini dibuka oleh M.Arif Khoiruddin, M.Pd, (Dekan Fakultas Tarbiyah) dengan narasumber Dr. Sri Susanti Tjahja Dini, M. Pd (Dosen Pascasarjana IAIT Kediri) yang dimoderatori oleh M. Khoirul Mustamir, M.Pd (Kaprodi PGMI).

Dekan Fakultas Tarbiyah dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembuatan buku ajar merupakan salah satu kewajiban dosen, sehingga dengan kegiatan ini sebagai sarana melayani tercapainya kebijakan tersebut. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahan ajar yang akan dibuat harus berbasis keprodian dan berfokus pada isu-isu kontemporer yang dibutuhkan sebagai bahan dasar untuk menyusun rencana pembelajaran semester (RPS) dan pemenuhan standar pembelajaran.

Narasumber Dr. Sri Susanti Tjahja Dini, M. Pd. dalam materinya beliau menyampaikan trik-trik untuk menulis buku ajar dengan cara refleksi kasus yang sedang viral, seperti bullying di lembaga pendidikan. Menurut beliau hal ini sangat mneyedihkan karena lembaga pendiidkan harusnya menjadi pioner perubahan karakter malah menjadi sebaliknya. Oleh karena itu, Program studi PGMI yang mencetak para pendidik Madrasah Ibtidaiyyah sangat tepat mengangkat tema tentang ini, sehingga dalam perkuliahan, mahasiswa mendapatkan pembelajaran yang relevan terkait materinya. Beliau juga memotivasi peserta pelatihan untuk semangat dalam menulis buku ajar.

Setelah pemberian materi, dilakukan diskusi tentang pembuatan bahan ajar dengan peserta, pertemuan ini berhasil merumuskan draft buku pembagian tugas penulisan bagi dosen-dosen yang terlibat dalam acara. Di Akhir kegiatan, Fakultas Tarbiyah dan Yayasan Cita Kita Kota Malang melakukan Kerjasama kelembagaan dengan cara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Harapannya, kegiatan-kagiatan lain akan lebih banyak dilakukan oleh kedua belah pihak sebagai bentuk inovasi dan kreatifitas insan akademik.

About Humas tarbiyah

Check Also

Mahasiswa PAI Lolos Simposium MU’TAMAD 2022 di Jakarta

Oktober, bulan yang penuh barokah dimana pesantren Indonesia merayakan hari santri tepat pada tanggal 22 …